Malaikat Pemberi Mimpi
Selaksa malaikat turun ke bumi
Merentangkan sayap megah dari Barat ke Timur,
Meninggalkan jejak pada dedaunan mahoni di dada Lakaan
Menjemput kelelehan di tubuh yang tak sanggup bermimpi
Memberikan kompas bagi raga yang terasing
Kami hanyalah jiwa yang terpaku pada raga yang terluka
Maka di retak punggung kami yang canggung
Malaikat itu memberikan kami sayap mimpi
Agar dapat terbang sepertimu, menembus batas-batas ruang dan waktu
Demi impian di tiap kenyataan dan kenangan
Hingga jam pasir mengucur menuju senja
Maka kami tahu, kami mampu terbang dan bermimpi
Ku mampu jumpai Kherubim dalam dirimu yang menjaga mimpi
Serupa menjaga Firdaus dilepas Adam dan Hawa
Ku temui Serafim yang mengidungkan semangat seperti nyanyian kemuliaan Allah di tempat tinggi lewat kata-katamu
Kegembiraanmu bermimpi serupa Maria yang mendapat kabar gembira dari Gabriel
Kudapati Rafael dalam nasehatmu yang menyembuhkan luka seperti kesembuhan mata Tobia
Kuharap mimpi darimu, Malaikat… tak habis hari ini
Sebab bermimpi adalah kepastian,
Mewujudkannya adalah penantian
Maka tak ada raung akibat ruang bagi ketergantungan
Yang menggantungku pada patung-patung di sudut lemari
Terima kasih, karena aku menyayangi tubuhku
Terima kasih, aku mempunyai mimpi
Malaikat pemberi mimpi, aku akan menemuimu dengan mimpi-mimpiku meski di dunia yang tak nyata
Malaikat pemberi mimpi, sebelum terbang kembali ke rumah hatimu, berilah mimpi padaku untuk kunikmati esok hari!
Frater Saddam
Lahurus, 2010
Merentangkan sayap megah dari Barat ke Timur,
Meninggalkan jejak pada dedaunan mahoni di dada Lakaan
Menjemput kelelehan di tubuh yang tak sanggup bermimpi
Memberikan kompas bagi raga yang terasing
Kami hanyalah jiwa yang terpaku pada raga yang terluka
Maka di retak punggung kami yang canggung
Malaikat itu memberikan kami sayap mimpi
Agar dapat terbang sepertimu, menembus batas-batas ruang dan waktu
Demi impian di tiap kenyataan dan kenangan
Hingga jam pasir mengucur menuju senja
Maka kami tahu, kami mampu terbang dan bermimpi
Ku mampu jumpai Kherubim dalam dirimu yang menjaga mimpi
Serupa menjaga Firdaus dilepas Adam dan Hawa
Ku temui Serafim yang mengidungkan semangat seperti nyanyian kemuliaan Allah di tempat tinggi lewat kata-katamu
Kegembiraanmu bermimpi serupa Maria yang mendapat kabar gembira dari Gabriel
Kudapati Rafael dalam nasehatmu yang menyembuhkan luka seperti kesembuhan mata Tobia
Kuharap mimpi darimu, Malaikat… tak habis hari ini
Sebab bermimpi adalah kepastian,
Mewujudkannya adalah penantian
Maka tak ada raung akibat ruang bagi ketergantungan
Yang menggantungku pada patung-patung di sudut lemari
Terima kasih, karena aku menyayangi tubuhku
Terima kasih, aku mempunyai mimpi
Malaikat pemberi mimpi, aku akan menemuimu dengan mimpi-mimpiku meski di dunia yang tak nyata
Malaikat pemberi mimpi, sebelum terbang kembali ke rumah hatimu, berilah mimpi padaku untuk kunikmati esok hari!
Frater Saddam
Lahurus, 2010
